Air terjun itu deras dengan air mata..
Mengalirkan luka yang tak pernah ingin ku tanam..
Melingkar-lingkar membuat pusaran yang ingin menelanku..
Semakin dalam dan dalam..
tenggelam..
Sesak..
Tersesat..
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Thursday, March 8, 2018
WHEN I CRY
Sunday, January 7, 2018
PUISI : Lebih Dari Sekedar Berteduh
Menyibak belukar katanya perih..
Tak apa bukan, bila di balik belukar adalah Savana..
Di pilin pelan-pelan asa menjadi rasa..
Agar daun-daun kering itu tak terus berisik..
Berisik sekali padahal tinggal menunggu lebur..
Daun-daun kering itu berceloteh cenderung menodong sengit..
- untuk apa kau repot sekali menyibak belukar, padahal kau bisa berteduh di balik pohon tua itu..
Hai daun kering, hidupku lebih dari sekedar berteduh..
Label:
harapan,
impian,
karya tulis,
puisi,
semangat
Friday, December 30, 2016
PUISI : GOLAGONG

Ukur saja tapal batas dendam mereka.
Terselip dalam gelondongan bola debu yang kian besar bergulir.
Melindas segala perona biru.
Menyesakan para petani yg menyungkur pada dewi sri.
Dalam tapak kaki rancu yang di gores oleh kaki kaki reot.
Makin reot saja bersama nafasnya yang kian terseok.
Di gantungnya hidup pada sebatang pohon kakao.
Pohon kakao tumbang, hidup selesai.
PUISI : MENGUSUNG SENJA

terbit tenggelam mentari mengawal laut..
Laut pun menghangat.
Terbit tenggelam mentari menggiring laut.
Laut tersenyum awan terarak.
Terbit tenggelam mentari berkawan rembulan.
Mengarak awan tercurah hujan.
Merekah kembang edelweis di gunung ural.
Menapak senyum pada lembayung langit.
Mengucapkan perpisahan pada sang surya di ujung senja.
Untuk menapak cahaya di bumi yang lain.
catatan kaki : puisi ini terinspirasi dari semua guru-guruku, love you !
PUISI : SAAT KITA MENGHABISKAN SENJA TANPA MALAM
Senja dengan setia menemani kita berabad abad. Menjadi latar belakang layar untuk terkembangnya cerita tentang oranye pagi. Pagi yang birunya penuh harapan dan membias pada putih untuk kemenangan, lalu meleburkan diri bersama kita untuk menikmati senja sore ini..
Saat oranye pagi, berulang kali kamu ucapkan akan memeluku sampai saatnya nibiru menabrakan diri ke bumi, merubah kita menjadi puing puing bagian semesta.
Lalu dengan teratur berabad kemudian menjadikan aku dan kamu sebagai Mars dan Venus yang selalu berevolusi beriringan.
Lalu dengan teratur bermiliar abad kemudian kita saling menatap hingga kilau cahaya saling menyeruak dari poros jasad ini. Dengan sempurna membuktikan kita adalah kejora..
Label:
alamsemesta,
cinta,
contohpuisi,
hiperbolik,
keluarga,
majas,
pasangan,
puisi,
sastra,
tugassekolah
Indonesia
Lokasi tidak diketahui.
Subscribe to:
Posts (Atom)
