
Ukur saja tapal batas dendam mereka.
Terselip dalam gelondongan bola debu yang kian besar bergulir.
Melindas segala perona biru.
Menyesakan para petani yg menyungkur pada dewi sri.
Dalam tapak kaki rancu yang di gores oleh kaki kaki reot.
Makin reot saja bersama nafasnya yang kian terseok.
Di gantungnya hidup pada sebatang pohon kakao.
Pohon kakao tumbang, hidup selesai.
No comments:
Post a Comment