Wednesday, December 13, 2017

PUISI : PIJAR


Aku, baru saja sampai di pelabuhan ini setelah terseok ombak dua windu..

Aku, kelelahan merajut asa yang tak kunjung berbentuk gaun indah Victoria..

Aku, melesat mengejar bintang jatuh tak berujung..

Aku, bahagia sekali dengan musim semi ini, ah tapi buah-buah itu lambat sekali masak.

Aku, aku, aku dan aku..
Mereka memanggilku pahlawan tanpa tanda jasa kini...

Pahlawan ? Lalu apa yg aku seharusnya aku perjuangkan..

Mereka memandangku penuh harap, seperti kuncup bunga mengharap matahari..

Matahari ? Sudah cukup kah pancaran sinarku ?..

Terkadang sedigdaya matahari pun ada kalanya tenggelam, menyisakan ruang gelap..

Tapi bukankah aku mampu nyalakan pijar hangat agar tetap ada terang..







No comments:

Post a Comment